puisi dan pantun

Belajar puisi dan pantun

Cinta dengan rasa bukan dengan mata

Disaat ku melihat saat orang lain mendatangimu.
Rasa pedih menyayat seperti sembilu.
Apakah cantikmu yang membuatku tak bisa melupakanmu.
Walau diriku hanya seorang tuna netra..

Baca juga,
1. Wisata SEO Sadau
2. Belajar SEO Para Pemula
3. Kontes SEO aristia wida Rukmi
4. RUSLI ZAINAL SANG VISIONER

Uang penyumbang keserakahan

Uang, uang, uang, uang. Uang bertebaran, laksana daun.
Mudah datang mudah pergi. Seperti Read the rest of this entry »

Tips memberi pidato

Berikut adalah tips memberikan pidato, baik ucapan selamat datang ataupun pidato resmi/non resmi.
1. Mempersiapkan naskah pidato.
2. Minum air putih segelas beberapa menit sebelum tampil.
3. Menghapus keringat dengan tisu.
4. Tersenyum.
Nah itu tadi beberapa tips memberikan pidato. Sampai bertemu di tips singkat lainnya..dan Wisata SEO Sadau dan mencari informasi Kontes SEO aristia wida Rukmi

Apakah kamu cemburu?

Setelah sukses melakukan napak tilas cintaku, yang berakhir dengan pemberian sandal dari seseorang..aku lega..lega, seleganya..
Kita sama-sama bisa merelakan keadaan terjadi seperti ini..
Walau aku merasakan rasa cemburu yang nampak dari tingkah lakumu, untuk apa kau berusaha menutupi rasa itu..apakah kamu masih egois seperti dulu..
Ataukah kamu cemburu?

cemburu kadang bisa membuat kita buta akan keadaan sebenarnya

Menapak tilas perjalanan cinta

Menurut rencana besok..harusnya menjadi malam yang indah..karena akan menjadi, saat menapak tilas perjalanan cintaku..
Semoga bisa sukses, doakan ya semuanya.

Melepasmu untuk mendapatkanmu

Hari ini aura glossy mulai terlihat didiriku. Mulai aksi tak terduga dan tingkah tak tertebak. Ini semua gue pelajari dari hitmansystem terimakasih buat inspirasinya selama ini..
Aku sekarang siap untuk melepasmu dan mendapatkanmu di lain waktu..
Dan efeknya cewe disekitarku jadi bertambah banyak dan saatnya memindahkan fokus ke diriku sendiri. Dan mengajak cewe2 masuk kedalam duniaku..bukan aku menyelam ke dunia mereka..hidup glossy man..

Saat kau jauh

Pagi hari, setelah hujan gerimis mengguyur bumi.
Membawa rahmat bagi pak petani.
Daun hijau akasia masih terlihat bening bercahaya.
Menyisakan setitik embun disana.
Aku berdiri, berusaha membuka mata.
Singkat kata, setelah semalam terjaga menatap monitor komputer bututku. Mata yang pedih kemerah-merahan, masih terlihat hingga aku berangkat ke kampus.
” waduh tiap pagi, kenapa ya aku jadi yang paling pertama datang sih” setengah sadar aku berkata. Maklum sisa kelelahan masih nampak dan otak masih belum penuh terisi oksigen.
“brum..brum”
suara motor pembalap yang gak bermutu karena menjadi polusi udara mulai bergaung.
Seperempat jam berlalu, tanda-tanda kehidupan di kampus mulai bermunculan. Dibalik tikungan didepan kampus. Muncul sosok cewe. Cewe yang selama ini menganggu pikiranku. Cewe yang hadir tapi seolah dia ada jauh di tempat yang lain. Yah begitulah, meskipun kami satu angkatan, satu jurusan. Tetap keadaannya kami seperti ada di dunia yang berbeda. “woi bro jangan ngelamun” tiba-tiba ada yang menepuk pundakku. “gila lu, bikin jantung gue copot aja” hardikku.
Ternyata temanku yang satu ini lumayan cepat juga datang kekampus, ya begitulah anak mahasiswa sekarang. Kampus serasa menjadi rumah kedua.
Setelah ngalur ngidul tak jelas, sampai datang bu dosen yang cantik. Kecantikannya katanya bisa buat menandingi putri Indonesia loh.
Serasa waktu kuliah itu berlalu dengan cepat.
Seperti biasa dalam kuliah, aku selalu mengambil posisi blok kiri. Padahal tahun pertamaku, kulalui di blok kanan. Tepat bersebelahan dengan cewe tadi. Cewe yang membuatku semangat tiap hari ke kampus.
Tapi mungkin kesalahanku lah yang membuat aku mengubah haluan. Sesaat aku melirik mencoba melihat posisi tempatku dulu berada. Tempat yang sudah terisi oleh orang lain. Bahkan mungkin hatinya sudah direbut oleh orang lain.
“baiklah kuliah kita akhiri ini, tugasnya silahkan dikumpul minggu depan” tiba-tiba ternyata sudah berakhir kuliah hari ini. Ya begitulah hari ini aku lalui dikampus.

Cobalah kau rayuku

Aku sekarang berkuasa, tak dirimu tak dirinya.
Aku yang berkuasa, aku menentukan pilihan.
Bukan kamu atau dia.
Aku berkuasa, berkuasa untuk menjauh dan mendekat.
Aku berkuasa, memegang permainan sekarang.
Aku berkuasa saat ini dan seterusnya.
Jadi cobalah rayu aku..

Bebas

Tatkala aku terbangun pagi hari, aku tersadar telah melewati satu hari.
Kala sang mentari menyapa diri, serasa kebebasan terbentang untuk diri.
Kala angin lembut berhembus ke satu sisi, diriku tersadar ada yang hilang dari hatiku.
Tapi itulah kebebasan hakiki. Kebebasan yang selama ini aku cari.
Walau pedih rasa hati, ku tetap berjalan mencari cinta sejati.

Cukup sudah!

Diatas langit dibawah bumi, aku menulis.
Akhirnya setelah bergelut lama, aku putuskan untuk melupakanmu. Sekian lama aku terbius pada pesonamu, sampai akhirnya angin kesadaran bertiup kearahku.
Sekian lama aku menyangkal hal ini, akhirnya aku membuka mata hatiku untuk bisa menerima keadaan ini..
Yap, aku putuskan untuk berjalan sendiri..menikmati hidupku yang benar bebas darimu..racun dunia..